Wujudkan Pendidikan yang Humanis, 20 Guru MTsN 1 Kota Dumai Ikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

DUMAI, (Humas) – Mengusung semangat memperbarui wajah pendidikan madrasah yang lebih humanis dan bermakna, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Dumai ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sosialisasi KMA 1503 Tahun 2025, serta pembelajaran mendalam (Deep Learning). Kegiatan yang bertujuan besar mencetak generasi berkualitas ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad, 14-15 Februari 2026, bertempat di Aula Gedung Pertemuan Kementerian Haji dan Umrah Kota Dumai.

Acara yang dimulai pukul 08.45 WIB ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, H. Alfian. Dalam arahannya, H. Alfian menekankan bahwa Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan perubahan kurikulum di dunia pendidikan madrasah.

“Pendidikan madrasah harus bergerak menuju kurikulum yang lebih dinamis, sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap memegang teguh ciri khas keislamannya,” ujar H. Alfian.

Ia pun berpesan agar seluruh peserta dapat menggali ilmu seluas-luasnya dari narasumber. Menurutnya, penguatan kompetensi guru melalui kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Asta Prioritas Kementerian Agama, yang diharapkan memberikan dampak positif tidak hanya pada proses pembelajaran, tetapi juga pada lingkungan murid di tempat mereka berada.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis), Januarizal, dalam sambutannya menyampaikan urgensi pelaksanaan Bimtek ini. Mengingat beberapa daerah kabupaten/kota lain telah lebih dulu menyelesaikan tahapan ini, Kemenag Kota Dumai melaksanakannya secara mandiri yang dikoordinir langsung oleh Seksi Pendidikan Islam (Pendis).

“Bimtek ini penting dan mendesak. Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Materi yang disampaikan tidak sekedar teori, melainkan strategi penerapan Deep Learning (pembelajaran mendalam dan bermakna), penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), hingga pemahaman terhadap KMA 1503,” tegas Januarizal.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi Pendis juga mengingatkan agar guru-guru peserta Bimtek tidak berhenti pada sebatas pengetahuan, namun benar-benar dapat menerapkan konsep KBC di madrasah atau pondok pesantren masing-masing pasca kegiatan.

MTsN 1 Kota Dumai menunjukkan komitmen nyata dengan mendelegasikan 20 guru dalam acara ini. Para guru tersebut turut serta bersama 170 peserta lain dari kalangan madrasah dan pondok pesantren di lingkungan Kemenag Kota Dumai.

Tujuan utama dari Bimtek ini adalah memberikan pembekalan teknis kepada para guru untuk menerapkan pembelajaran yang bermakna—yang berlandaskan pada rasa cinta. Melalui pemahaman KBC berdasarkan KMA 1503, MTsN 1 Kota Dumai berharap para gurunya memperoleh pencerahan dan bekal baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga pembelajaran di madrasah menjadi lebih baik, inspiratif, dan menyentuh hati para siswa. (HJ/Tri)

Bagikan :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top