Dumai (Humas)— Di balik pintu-pintu kelas MTsN 1 Kota Dumai, sebuah proses pembinaan tengah berjalan diam-diam namun penuh makna. Madrasah ini melaksanakan kegiatan supervisi guru yang dilakukan oleh kalangan internal, yakni para guru senior yang dinilai memiliki kompetensi di dunia pendidikan madrasah. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan pembelajaran di kelas terus tumbuh lebih baik.
Supervisi akademik memang telah lama menjadi bagian dari program rutin yang wajib dilaksanakan setiap lembaga pendidikan madrasah, sejalan dengan regulasi yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama. Namun, di MTsN 1 Kota Dumai, semangat yang dikedepankan bukanlah mencari-cari kesalahan guru. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi ruang untuk menginventarisir persoalan pembelajaran baik dari sisi administratif seperti kelengkapan perangkat ajar, maupun dari sisi praktik mengajar di kelas untuk kemudian dicarikan solusi bersama.
Menanggapi hal ini, Mayang Sri Mandra, “menyampaikan bahwa supervisi penting dilakukan untuk melihat pelaksanaan dan prospek pembelajaran di madrasah dalam jangka waktu tertentu. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi program rutin yang mesti dijalankan oleh setiap lembaga pendidikan madrasah, bukan sekadar seremonial tahunan”.
Sebelum pelaksanaan di lapangan, setiap guru mata pelajaran diminta menyiapkan perangkat bahan ajar sebagai bahan penilaian. Tak kalah penting, jadwal konsultasi antara guru dan supervisor turut disusun melalui kesepakatan bersama, sehingga proses supervisi berjalan terbuka, nyaman, dan tidak terkesan mendadak maupun menekan.
Dengan pendekatan kolaboratif semacam ini, MTsN 1 Kota Dumai berharap pembelajaran di kelas dapat berjalan lebih terstruktur, sistematis, dan kreatif. Guru tidak hanya dipantau, tetapi juga didampingi dan diberi ruang untuk berinovasi, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh siswa melalui pengalaman belajar yang lebih hidup dan bermakna.
Supervisi yang dijalankan secara internal ini menjadi bukti bahwa MTsN 1 Kota Dumai percaya pada kekuatan kolegialitas guru senior membimbing rekan sejawatnya, bukan sebagai atasan yang menilai, melainkan sebagai mitra yang saling menguatkan demi satu tujuan: pendidikan yang lebih baik untuk generasi madrasah masa depan.-(HJ/TR)