Dumai (Humas) — Aktivitas belajar-mengajar di MTsN 1 Kota Dumai mendadak berubah pada Rabu pagi (7/10/2026). Kabut asap tebal yang tiba-tiba menyelimuti wilayah Kota Dumai membuat madrasah mengambil langkah cepat dengan memulangkan seluruh murid yang telah tiba di madrasah, demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.
Pagi ini, para murid seperti biasa datang ke madrasah untuk mengikuti kegiatan belajar. Namun, tak lama berselang, kabut asap yang semakin pekat mulai mengaburkan pandangan di lingkungan sekolah. Kondisi darurat ini disusul dengan terbitnya surat edaran yang datang secara mendadak, berisi imbauan tanggap darurat terhadap situasi kabut asap yang memburuk. Berdasarkan surat edaran tersebut, madrasah akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh murid yang sudah terlanjur hadir di madrasah.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya, kualitas udara di wilayah Provinsi Riau, termasuk Kota Dumai, saat ini berada pada kategori tidak sehat. Kabut asap yang mencemari udara “Negeri Melayu” ini disebut-sebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Mengacu pada data BMKG Provinsi Riau, titik panas (hotspot) di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 2.500 titik api, yang asapnya terbawa angin berhembus kencang ke arah Provinsi Riau dan sekitarnya, termasuk Kota Dumai.
Kondisi ini turut memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar. Sebagai langkah antisipatif, pembelajaran untuk sementara waktu dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring, agar murid tetap dapat belajar dengan aman dari rumah masing-masing hingga kondisi kabut asap dinyatakan membaik.
Pihak Bagian Akademik MTsN 1 Kota Dumai menyampaikan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan dan keselamatan bersama.
“Kami memahami kebijakan ini mungkin mengejutkan dan tiba-tiba bagi sebagian murid dan orang tua, namun keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama kami. Begitu surat edaran tanggap darurat kami terima, kami langsung mengambil langkah cepat memulangkan murid yang sudah hadir di madrasah. Pembelajaran akan tetap berjalan secara daring agar hak belajar murid tidak terganggu, sembari kami terus memantau perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu,” ujar pihak Bagian Akademik MTsN 1 Kota Dumai.
Seluruh orang tua dan murid diimbau untuk tetap tenang, menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker bila diperlukan, serta terus memantau informasi resmi dari madrasah terkait perkembangan pembelajaran selanjutnya.-(HJ/TR)