Dumai (Humas) — Suasana haru sekaligus penuh rasa syukur menyelimuti Lapangan MTsN 1 Kota Dumai pada Kamis pagi, 24 September 2026 Seluruh civitas akademika berkumpul untuk melepas salah satu guru terbaiknya, Suminah, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang memasuki masa purna bakti setelah sekian lama mengabdikan diri mendidik generasi penerus bangsa di madrasah ini.
Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini dibuka dengan sambutan dari perwakilan Kepala Madrasah, yakni Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), Hamdan Jamil, mewakili seluruh keluarga besar MTsN 1 Kota Dumai dalam menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan selama masa pengabdian.
Dalam sambutannya, Hamdan Jamil menyampaikan apresiasi mendalam atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun. “Hari ini kita berkumpul bukan untuk mengucapkan perpisahan, melainkan untuk mengenang dan mensyukuri sebuah perjalanan pengabdian yang panjang dan penuh makna. Ibu telah mencurahkan waktu, tenaga, dan ilmu untuk mendidik ratusan bahkan ribuan murid di madrasah ini. Jasa dan pengabdian ini tidak akan pernah tergantikan. Atas nama keluarga besar MTsN 1 Kota Dumai, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Semoga purna bakti ini menjadi awal babak baru yang penuh berkah, kesehatan, dan kebahagiaan,” ujar Hamdan Jamil dalam sambutannya.
Ucapan tersebut disambut haru oleh seluruh peserta yang hadir, mulai dari dewan guru, tenaga kependidikan, hingga perwakilan siswa yang turut merasakan kehilangan sosok pendidik yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan MTsN 1 Kota Dumai.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilaksanakan momen berupa penyerahan kenang-kenangan atau cenderamata dari pihak madrasah sebagai simbol penghormatan dan ucapan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan selama masa pengabdian. Momen ini menjadi puncak acara yang mengharukan sekaligus menjadi pengingat bahwa jejak kebaikan seorang pendidik akan selalu dikenang oleh murid-murid yang pernah dibimbingnya.
Purna bakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan babak baru yang penuh kebanggaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Semangat, keikhlasan, dan dedikasi yang telah ditanamkan selama masa mengajar akan terus hidup dalam diri setiap siswa yang pernah merasakan bimbingannya.-(HJ/TR)