Dumai (Humas) — Rangkaian Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Dumai terus bergulir dengan semangat yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mengusung tema “Literasi Menguatkan Generasi, Berkarya Membangun Dumai”, festival ini tidak hanya menghadirkan kegiatan literasi konvensional, tetapi juga mendorong terwujudnya perpustakaan yang inklusif bagi semua kalangan.
Salah satu agenda istimewa dalam festival ini adalah pelaksanaan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) melalui Kelas Belajar Bahasa Isyarat, yang digelar pada Selasa, 22 September 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang Perpustakaan Nahar Effendi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Dumai, Jalan Tanjung Jati No. 1, Kecamatan Dumai Timur.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi inklusif ini, MTsN 1 Kota Dumai turut mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kelas belajar bahasa isyarat tersebut. Hadir dalam kegiatan ini, staf Perpustakaan Baitul Hikmah MTsN 1 Kota Dumai Elen Sri Mega Putri, guru mata pelajaran Dwi Putri Agustia, serta beberapa perwakilan murid yang antusias mempelajari bahasa isyarat secara langsung.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi murid dan tenaga pendidik MTsN 1 Kota Dumai untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman cara berkomunikasi, sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap teman-teman disabilitas rungu wicara.
Kegiatan ini turut diisi dengan sambutan dari Lusy Rahmawati, perwakilan Komunitas Bahasa Isyarat (Kombaret) Kota Dumai, yang menjadi mitra Dispersip Kota Dumai dalam pelaksanaan kelas ini.
“Bahasa isyarat bukan sekadar bahasa, melainkan jembatan kesetaraan bagi teman-teman tuli untuk dapat berkomunikasi dan berkarya seperti masyarakat pada umumnya. Kami dari Kombaret Kota Dumai sangat mengapresiasi antusiasme adik-adik dan guru yang hadir hari ini. Semoga kelas ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat inklusi, sehingga perpustakaan dan ruang publik di Kota Dumai benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Lusy Rahmawati dalam sambutannya.
Partisipasi MTsN 1 Kota Dumai dalam kelas belajar bahasa isyarat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga soal membuka wawasan dan merangkul keberagaman. Melalui program TPBIS ini, Dispersip Kota Dumai berharap perpustakaan dapat tumbuh menjadi ruang yang ramah dan inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.-(HJ/TR)