DUMAI (Humas)– Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti lapangan utama MTsN 1 Kota Dumai pada Jumat pagi (24/4). Keluarga besar madrasah berkumpul untuk menyelenggarakan prosesi pelepasan salah satu rekan kerja terbaik mereka, Puji Raharjo SU yang akan segera bertolak menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen madrasah, mulai dari jajaran tata usaha, pegawai, majelis guru, hingga hampir seribuan siswa yang memadati lapangan. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan safar (perjalanan), melainkan menjadi momentum untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan jemaah yang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan.
Pesan Haru dan Dukungan Spiritual
Dalam sambutannya Hamdan Jamil, yang mewakili Kepala Madrasah, menyampaikan bahwa menunaikan ibadah haji adalah impian terbesar setiap umat Muslim di dunia. Ia menekankan bahwa perjalanan ini bukan hanya ritual fisik, melainkan perjalanan spiritual yang mendalam.
“Ibadah haji adalah perjalanan yang penuh tantangan, membutuhkan ketabahan serta kekuatan fisik dan mental. Kami mendoakan semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesehatan kepada Bapak Puji Raharjo dalam menjalankan setiap rukun haji,” ujar Hamdan Jamil.
Beliau juga berharap agar perjalanan ini membawa berkah dan perlindungan penuh dari Allah SWT, serta kepulangan beliau nantinya membawa predikat Haji yang Mabrur.
Tradisi Tepung Tawar dan Meriahnya Tim Kompang
Ada yang menarik dalam prosesi pelepasan kali ini. Sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya lokal, acara diisi dengan prosesi tepung tawar. Seluruh majelis guru secara bergantian memberikan doa restu melalui ritual adat ini, disaksikan dengan khusyuk oleh keluarga besar MTsN 1 Kota Dumai.
Suasana semakin semarak namun tetap religius berkat iringan musik dari Tim Kompang Siswa. Tabuhan yang berirama menambah kental nuansa budaya dalam prosesi tepung tawar.
Wujud Solidaritas Keluarga Madrasah
Waka Humas MTsN 1 Kota Dumai menjelaskan bahwa kegiatan pelepasan seperti ini telah menjadi tradisi rutin dan “darah daging” di lingkungan madrasah. Setiap kali ada rekan kerja yang akan menunaikan rukun Islam kelima, madrasah selalu menggelar acara serupa.
“Ini adalah bentuk dukungan moral dan doa kolektif kami. Kami ingin rekan yang berangkat merasa tenang karena dilepas dengan restu dan doa dari seluruh keluarga besar tempatnya mengabdi,” tutupnya.-(HJ/Tri)