Implementasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) MTsN 1 Kota Dumai Perkuat Benteng Diri Siswa

Dumai (Humas) – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika terus digencarkan. Kali ini BNN Kota Dumai menggelar kegiatan Implementasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di MTsN 1 Kota Dumai pada Jumat, 27(2) mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim (Katim) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Dumai, dengan menghadirkan narasumber Bapak Miardi selaku Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kota Dumai. Dalam paparannya Miardi menegaskan bahwa ancaman narkotika bukan hanya persoalan hukum melainkan persoalan masa depan generasi bangsa.

“IKAN bukan sekadar program seremonial, tetapi sebuah langkah strategis untuk membangun kesadaran sejak dini melalui jalur pendidikan,” ujarnya . Sebelumnya komitmen ini telah diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Akselerasi Asta Cita Presiden RI melalui launching Integritas Kurikulum Anti Narkoba dalam rangka Ananda Bersinar yang digelar pada Kamis, 12(2) bertempat di Kantor BNN Kota Dumai. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Kepala bidang Humas MTsN 1 Kota Dumai Hamdan Jamil sebagai bentuk dukungan nyata madrasah terhadap program pencegahan narkoba berbasis pendidikan.

Dalam implementasinya, Kurikulum Anti Narkoba diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran antara lain Akidah Akhlak, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), serta Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Integrasi ini bertujuan agar materi tentang bahaya narkotika tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui mata pelajaran Akidah Akhlak, siswa diarahkan untuk memperkuat nilai moral dan spiritual sebagai landasan menolak segala bentuk penyimpangan. Sementara pada IPA, siswa dibekali pemahaman ilmiah tentang dampak zat adiktif terhadap organ tubuh. Dalam PKn, penekanan diberikan pada kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara. Adapun melalui PJOK, siswa diajak membangun gaya hidup sehat sebagai alternatif positif dalam mengisi waktu dan energi.

Pihak madrasah berharap, implementasi IKAN dapat menjadi benteng diri yang kokoh bagi para siswa. Dengan pemahaman yang utuh siswa diharapkan menyadari bahwa narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan masa depan bahkan merenggut nyawa.

Langkah kolaboratif antara BNN dan dunia pendidikan ini menjadi sinyal kuat bahwa perang terhadap narkoba harus dimulai dari ruang kelas. Dari sinilah generasi yang cerdas, berintegritas, dan bebas narkoba akan tumbuh dan menguat demi masa depan Indonesia yang lebih baik.-(HJ/Tri)

Bagikan :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top