Pesona Pesan Langit yang Harus Dibumikan MTsN 1 Kota Dumai Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H

Dumai ( Humas)— Suasana pagi yang hangat menyelimuti Lapangan MTsN 1 Kota Dumai pada Jumat, 23 Januari 2026. Cahaya matahari yang lembut seakan menyapa wajah-wajah segar dan penuh semangat civitas akademika madrasah. Para siswa, guru, serta pegawai TU duduk melingkar dengan tertib, menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, sebuah momentum spiritual yang sarat makna dan pesan karakter.

Kegiatan diawali dengan sambutan H. Nasrun,  Kepala Tata Usaha MTsN 1 Kota Dumai yang mewakili Kepala Madrasah. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh siswa untuk mengikuti rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, peristiwa agung ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi syarat dengan hikmah yang harus disimak dan direnungkan, terutama pesan-pesan moral yang akan disampaikan oleh penceramah.

Tepat pukul 08.00 WIB tausiyah Isra’ Mi’raj disampaikan oleh Wiwid Sulistyanto alumni MTsN 1 Kota Dumai yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah SMA Budi Dharma Dumai. Dalam penyampaiannya yang lugas dan menyentuh, Wiwid mengajak para siswa untuk membumikan “pesan langit” Isra’ Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga shalat. Ia mengisahkan ilustrasi yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW tentang azab bagi orang-orang yang melalaikan shalat, yaitu kepala mereka dipukul secara berulang hingga hancur berkeping-keping. Gambaran tersebut, menurutnya, menjadi peringatan keras agar shalat tidak dipandang sebagai kewajiban yang ringan.

Selain itu, Wiwid juga menyampaikan gambaran lain yang disaksikan Nabi Muhammad SAW, yakni orang-orang yang mencakar wajah mereka sendiri dengan kuku dari tembaga. Hal itu melambangkan azab bagi mereka yang gemar mencela, membuka aib, dan menggunjing orang lain. Pesan ini menjadi pengingat agar setiap lisan dijaga, karena perkataan dapat menjadi sebab keselamatan maupun kehancuran.

Lebih lanjut, disampaikan pula gambaran tentang orang-orang yang diazab dengan tubuh yang dijadikan sangat kecil seperti semut dan terus-menerus terinjak oleh penghuni neraka lainnya. Azab tersebut menggambarkan sikap sombong, meremehkan orang lain, dan menolak kebenaran dalam kehidupan dunia.

“Semua yang disampaikan ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita. Jangan melalaikan ibadah kepada Allah jagalah perkataan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, serta hilangkan sikap keangkuhan dalam hidup dan pergaulan. Nilai-nilai itu harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Wiwid Sulistyanto.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter dan kebaikan kepada para siswa MTsN 1 Kota Dumai. Peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi gambaran nyata tentang konsekuensi amal perbuatan manusia di dunia, baik maupun buruk. Melalui momentum ini pula, nilai shalat diharapkan semakin kokoh tertanam dalam kehidupan para siswa sebagai “Mi’raj-nya orang-orang beriman.” -(HJ/Tri)

Bagikan :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top